Brokoli, sayur yang satu ini paling pandai menarik perhatian saat dihidangkan di meja makan. Saya sendiri mengenal dan 'doyan' brokoli semenjak almarhumah bude rajin menyajikannya jika saya berkunjung ke rumah. Dan 'kegilaan' saya akan brokoli ini berlajut saat mulai hidup di Brunei. Di sana brokoli sangat murah dan porsi jualnya besar. Maksudnya brokoli yang dijual adalah yang hijau bukan bonggolnya. Bandingkan dengan di pasar-pasar di Indonesia yang kebanyakan lebih besar bonggolnya ketimbang daun hijaunya. Then kesukaan saya ini saya tularkan kepada keluarga, terutama ibu saya. Beliau sekarang lebih menyukai brokoli daripada kembang kol, enak katanya. Apalagi bapak yang sejak ada brokoli sering sekali membuat sapo.



.jpg)

