I am a Blogger

Friday, August 24, 2012

Selama kurang lebih satu setengah tahun ini saya aktif sekali dengan yang namanya dunia blog. Blogging sebenarnya bukan hal yang baru bagi saya sebab tahun 2007 yang lalu saya sudah memiliki blog untuk pertama kalinya. Namun baru belakangan saya menjadi blogger aktif.

Apa saja yang bisa dilakukan saat nge-blog?? Blog itu tak hanya digunakan untuk menulis saja, namun juga bisa untuk berbagi kisah, foto, video, bahkan ilmu. Banyak sekali media blog yang bisa digunakan untuk menulis, beberapa orang yang saya kenal bahkan memiliki 5 blog dan dalam sehari mereka bisa menghasilkan hingga 10 tulisan.

Lalu bagaimana dengan saya? awalnya saya punya 4blog, di multiply, blogspot, wordpress, dan kompasiana. Untuk blog yang pertama saya tinggalkan sebab situs tersebut akan beralih fungsi menjadi toko online. Sementara wordpress lebih banyak saya isi tentang hobi dan kesukaan. Untuk blogspot sengaja saya buat dua blog. Satu blog khusus untuk bidang profesi dan lainnya sebagai pengganti dari multiply. Jadi semua isi multiply saya pindahkan kemari.

Spesial untuk yang terakhir ini adalah blog campur-campur. Saya bebas memosting apa saja di sana. Namun saya lebih memfokuskan kompasiana sebagai media publik yang untuk menulisnya butuh bahan yang banyak dan akurat atau paling tidak saya sangat menguasai isi dari tulisan saya. Di kompasiana tulisan itu akan terbaca oleh banyak kompasianer yang totalnya berjumlah 350.000. So, jangan macam-macam kalau menulis di sana. Sedikit membuat tulisan abal-abal saja akan menuai protes atau bahkan di blokir oleh admin.

Satu hal yang membuat saya senang menulis di kompasiana adalah tantangannya. Ketika sebuah tulisan di posting di kompasiana saya selalu menanti ada berapa orang yang tertarik untuk membaca tulisan saya, berapa orang yang menilai juga berkomentar. Saya tambah senang lagi saat tulisan saya masuk di HeadLine (HL) atau diambil ke media cetak Kompas.

Blogging dan blogger adalah sebuah aktifitas dan profesi yang menyenangkan. Secara tidak langsung saya menjadi lebih peka terhadap lingkungan sekitar atau peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi. Apapun yang saya lihat dan dengar terkadang bisa dijadikan sebuah tulisan yang menarik. Banyak sekali hal-hal yang menurut orang lain biasa saja namun saya bisa membuatnya menjadi istimewa. Bukan, saya bukan bermaksud lebay tapi saya belajar untuk lebih memahami dan memandang satu peristiwa dari banyak sisi. So, that's me, I'm a blogger...

Last Night in my beloved room, my peaceful town

Thursday, August 23, 2012

Setiap awal pasti ada akhir.....

Minggu yang lalu aku tiba di kotaku ini, dan besok adalah hari terakhirku. Aku harus kembali ke kota besar dengan hiruk pikuknya. Harus kembali dengan rutinitasku hingga menjelang maghrib 6 hari dalam seminggu.

Lelah? tidak, aku tak merasa lelah dengan hidup ini. Jenuh? sedikit, apalagi aku sudah kehilangan kehidupan sosialku hampir 6 bulan lamanya. Menyesal? tidak, tak ada satupun yang harus disesali, apalagi untuk hal-hal yang sudah terjadi. Menyesalpun tak akan ada gunanya.

What next...
Selanjutnya adalah saat untuk menata hidup lebih baik lagi. Lebaran tahun ini memang tidak terlalu ramai, tapi sarat akan makna. Aku banyak belajar dari melihat dan mendengar. Banyak sekali masukan dan kritikan untukku. Semua tentu akan jadi hal yang berharga buatku nantinya. Seperti kata seorang ibu dari temanku,
"Saya memberikan tausiah bukan untuk Anda, namun untuk saya sendiri. Apabila itu berharga untuk Anda, sayapun akan sangat bersyukur"
Ya.. belajarlah untuk memberi banyak kritik dan masukan pada diri sendiri supaya nantinya bisa menjadi lebih baik lagi.

Masih banyak hal positif yang bisa dilakukan pasca ramadhan. Perbanyak beribadah, berdoa, dan berusaha. Terus mencari celah-celah dimana kita bisa menarik nafas dan masuk hingga menemukan satu titik kebahagiaan.

Teringat akan Question of Life nya Hitam-Putih,
"Dimanakah anda akan tinggal? Suatu saat Anda akan menemukan suatu tempat dimana Anda akan berhenti dan merasa nyaman berada di sana hingga titik akhirnya"

Phototalk #5: Penghuni Loteng


See the picture above...! Look at the arrow! See... who's cat is that???
I took the picture yesterday in my friend's house.
The cat is never go downstair. No, he isn't lazy. But he scared with the other cats in first floor.
My friend's mom always feed him on 2nd floor.
Look, he is so cute in upstairs under the roof. On that noon he always miaw and miawwww.
He tried to take attention from anyone in the house.

Cinta itu bagaikan Layang-Layang

Monday, August 20, 2012

Add caption
"When the midnight comes, so that I with this loneliness......
Life is so easy if you think this is not difficult"

Tepat malam 17 Agustus yang lalu, saya dan dua orang sahabat menyempatkan diri untuk berkunjung dan menginap di salah satu rumah seorang kawan. Ini adalah momen yang sangat jarang ditemukan mengingat antara kami sehari-harinya sibuk dengan aktifitas dan sulit bertemu (terutama saya yang berstatus nomanden).

Menjelang tidur, seorang teman yang agaknya sedang dirundung masalah cinta tiba-tiba berkata
"Cowok itu harus di tarik dan di ulur"
Spontan sahabat saya yang seorang akhwat menanggapi
"Memangnya layangan Pus, pakai di tarik ulur"

Hahaha... very funny conversation. Dan akupun menjawabnya,
"Cinta itu bagaikan layang-layang"

Ucapanku ini bukan sekedar omong kosong, tapi tetap ada isi dan maknanya. Layang-layang terbang tinggi sekali jika tertiup angin. Jika anginnya berhembus terlalu kencang maka kita harus menarik benangnya agar layang-layang bisa mengimbangi dan tidak jatuh.

Pun demikian dengan cinta. Rasa cinta itu bisa naik dan turun. Saat jatuh cinta kita akan terbawa angan ke atas sana. Biarkan ia terbang tinggi. Namun pada saat rasa itu mulai menghilang, kita harus mendekat pada cinta sehingga rasa itu tetap bersemayam di dada. Tarik ulur terkadang dibutuhkan agar rasa cinta itu ada sepanjang waktu. Jangan sampai terulur terlalu tinggi sehingga akan kesulitan saat ingin menariknya. Atau terlalu mengekang sehingga ia tak dapat terbang bebas.






Phototalk #4: The Different Story of Two Ruby

Saturday, August 18, 2012


When I paralellized this two kind of gadget, I see that they have same colour, ruby. The big one is my sister's. It is fit with her because she needs notebook with big screen. How about me?I just need the small one for personal only. I bought my netbook earlier than my sister. And the first child always say this, "I don't want the same thing with my younger sister/ brother". Then, here you go.. she got the different notebook's brand than me. But, I win one thing.. I bought my netbook by my self, my own money. And, she doesn't. Sorry sis.. your younger sister go faster than you, please don't be angry, peace

Phototalk #3: Behind The 'France's' ship


I took this photo at 06.00 am. When our car almost enter the ship I saw something interest from the side. The ship has colour combination between red-white-blue. The arrow shows that it seems this ship is France's. But, actually it isn't. That one is the roof of enter gate. So that when the car go inside the ship it isn't like France's flag, but Holland's .

Akhirnya Mudik Lagi....

Tuesday, August 14, 2012

Mudik, inilah yang menjadi rutinitas saya hampir setiap tahunnya. Sejak lulus SMA dan hijrah ke kota gudeg, mudik sudah menjadi sesuatu yang WAJIB bagi saya. Hampir enam tahun hidup di kota Yogyakarta dan selama itu pulalah saya merasakan suka dukanya pulang kampung. Mulai dari kesibukan mencari tiket pulang sampai oleh-oleh. Tak jarang saya terpaksa membayar ongkos lebih karena selalu pulang pada saat tuslah berlaku. Biasanya saya dan teman-teman menyiasati hal ini dengan mengikuti mudik bareng yang diselenggarakan oleh komunitas-komunitas mahasiswa. Lumayanlah, tiket bisa lebih murah. Tak hanya itu, terkadang saya juga bisa bertemu dan berkenalan dengan teman-teman baru.

Lepas kuliah saya tak lagi mudik sebab bekerja di sebuah negeri nun jauh di sana. Dan terpaksanya dua kali lebaran tanpa mudik, tak bisa bertemu kedua orang tua. Nah, tahun ini, saya akhirnya bisa mudik lagi. Tak seperti perjalanan dari Yogya yang memakan waktu hampir satu hari. Tahun ini perjalanan mudik saya lebih singkat, hanya setengah hari saja alias 12 jam. Meskipun tak lama di kampung halaman tapi saya tetap senang, bisa melanjutkan aktifitas mudik dan bertemu dengan keluarga.